Sabtu, 12 November 2011

Puisi "Cerita Persahabatan Kita"


kau mutiara bening berwajah keemasan
yang telah menggores berwarna-warni kehidupan
mengukir berjuta pesan di hati
seperti pelangi
masih terbayang dalam semuku
sebuah awal hadirmu bersama mentari pagi
masih tergambar di kanfas batinku
terlukis indah serangkai perjalanan resahabatan kita
kau pelangi bagiku dan aku bening rintik hujan temani mentari
warna kita menjadi hiasan pertiwi
meski masih ada kata-kata yang tak sempat angin sampaikan padamu
saat embun menetes dari kelopak mataku
mengharap rentang waktu tak memisahkan kita
kau laksana angin dan aku hijau daun di taman surga
ceritakan semua kisah kesejukan jiwa yang kita punya

di hati teramat dalam,sejumput harapan menyelinap perlahan
ingin kau menjadi bintang yang bersinar terang
membahana di gelapnya langit malam
takan redup meski awan kan menyaput hamparan langit
dan kita terbang melayang membawa kisah persahabatan sang gemintang
diantara planet-planet sebagai saksi betapa sucinya arti persahabatan kita

namun waktu bertitah lain pada kita
serangkum kata-kata perpisahan kau untai dilangit yang mulai redup
kau akan pergi meraih waktu yang terus berlari dibawa sang bayu
disana ada hamparan samudera yang harus kau arungi
bahkan landai tebing dan curam jurang harus kau lewati
mencari arti indahnya buah ranum dari perjalananmu nanti
yang bisa leyapkan dahaga dipenghujung lelah akhir langkah
tapi kita kan tetap seperti mentari dan sinarnya
walau terhalang ruang dan waktu
sebab persahabatan adalah laksana angin
yang terus abadi sejukan hati
menembus ruang,meresap ke dalam nadi sang waktu

tinggalah kemudian kita sama-sama terjemahkan pertemuan ini menjadi kenangan
hingga detik berlalu laksana desiran peluru
menutup pertemuan kita di ujung waktu
disaat dengan terpaksa harus menerima mata ini terpejam selamanya
diiring darai tetes air mata dari orang-orang yang kita cintai
kata apa yang paling bermakna yang kan kau ucap untuku?
punyakah kau kemudian akan sebuah jawaban rindu?
kala jelajahi fatamorgana kita usai di batas cakrawala
yang membuat kita tak berdaya
dan persahabatan menjadi lukisan di perut bumi
yang menjadi dunia lain bagiku
yang tak mungkin kau kunjungi sampai kita bertemu
kecuali indahnay doa yang kau untai
sebagai buah persahabatan kita

Puisi "Ketika Alam Berzikir"

Dalam hamparan atmosfir
hembusan angin b'tiup
tiap hembusan'a adl zikir kepada tuhan'a
berzikir dgn pnh kesyahduan

Dalam hamparan langit yg terbentang luas
ribuan bintang bertaburan
tiap kemerlip'a adl zikir kepada tuhan'a
berzikir dgn pnh kesyahduan

Dalam hamparan jagat raya
hamparan hijau pepohonan t'hampar
tiap gerak tubuh'a adl zikir kepada tuhan'a
berzikir dgn pnh kesyahduan

Dan seluruh alam pun berzikir
berzikir
mengagungkan asma-Nya
Sebagai bentuk syukur kepada-Nya

Puisi "Sahabat"


Mentari
Hadir saat malam perlahan pergi
Menerangi seisi dunia ini
Dengan pancaran kehangatan

Bintang
Hadir dalam gelapnya langit malam
Menjadi cahaya kegelapan
Menghiasi langit nan kelam

Pelangi
Hadir saat butir air hujan mengilang
Menghias hari kelabu
Mengukir warna-warna indah dalam langit biru kehitaman

Sahabat

Kau hadir dengan pancaran cahaya mu
Menerangi ku saat aku membutukan cahaya itu
Kau mencoba membuat ku kembali tersenyum
Disaat kesedian mengancurkan senyum ku

Sahabat
Kaulah yang selama ini mengiasi hari-hariku
Tak dapat aku membalas semua kebaikun mu
Hanya ucapan terimakasih yang dapat terucap dari lisan ini











Puisi "Garudaku"

Walau saat ini
kau blm siap mendarat
utk meraih piala kemenangan
tapi aku akan menantimu

menanti
sang garuda yg kini sdng terbang d angkasa luas

dgn pnh ksbrn dan hrpn pnh
aku akan menantimu
wahai garudaku

meyakini
suatu saat nanti
kau akan mendarat
dan meraih piala kemenangan

kini terbanglah dahulu
hingga sampai pd waktunya
kau siap utk mendarat
mengibarkan sang merah putih

kepakanlah sayapmu
wahai garudaku
terbanglah tinggi
menembus sang katulistiwa

hingga saat'a tiba
kau tlh siap mendarat
dan kau raih kemenanganmu

tetap berjuang dgn pnh semangat
wahai garudaku

Puisi "Indonesia Mengharap Ampunan-Mu"


Awan nan biru
Berubah memuram
Letusan-letusan dahsyat terus terdengar
Memecah hening kota sleman Yogyakarta

Abu vulkanik menguasai udara
Lahar panas terus mengalir
Raungan merapi tak ada hentinya
Seolah memancarkan amarahnya

Ratusan jasad terbujur kaku
Tangisan terdengar disana-sini
Jeritan peri-peri kecil
Memecah duka merapi

Ratusan peri-peri kecil berteriak ketekutan
Ratusan orang menjerit histeris
Mencari sanak saudara
Yang hilang entah kemana

Disudut lain
Bagian barat Indonesia
Gelombang besar ombak
Menggulung mentawai

Dan pada sudut timur Indonesia
Gelombang besar air
Menenggelamkan wasior

Rumah,harta,benda
Bahkan nyawa-nyawa
Hilang bersama
Gelombang besar itu

Derai air mata
Tak henti membasahi negeri tercinta
Oh negeriku
Oh indonesiaku



Ya rabb
Apakah ini bentuk teguran-Mu
Apakah ini bentuk peringatan-Mu
Ataukah ini bentuk dari amarah-Mu

Atau ini hanya ujian yang kau turunkan bagi kami
Bagi kami yang tak pandai bersyukur
Bagi kami yang terlalu banyak
Membuat kerusakan di muka bumi ini
Bagi kami yang tarlalu saring berbuat dosa

Ya rabb ku mohon
Hentikanlah ujian ini
Hentikanlah kemurkaan-Mu
Pada negeri kami tercinta

Janganlah kau biarkan
Kesedihan terus melanda
Negeri tercintaku

Janganlah kau biarkan
Derai air mata ini terus mengalir

Berikanlah kami ampunan-Mu ya Rabb

Dengan ampunan-Mu
Kami akan mulai lembaran baru
Lembaran-lembaran penuh ketakwaan

Indonesia mengharap Ampunan-Mu

Puisi "Maha Sempurna"

Ya Rabb
Kaulah penguasa segala'a
kaulah pencipta maha sempurna

kau ciptakan adam utk para hawa-Mu
dan kau ciptakan hawa utk para adam-Mu
kau ciptakan rasa sayang
dah kau ciptakan pula rasa cinta yg begitu dahsyat

adam yg kau ciptakan
tlh b'hsl meluluhkan hatiku
adam-Mu tlh mmbwt jantungku seakan b'detak lbh kncng saat dy berada d dktku
adam-Mu tlh mmbwt aliran darahku seakan mengalir lbh cpt saat dy mulai b'bicara

sungguh dahsyat rasa yg kau ciptakan. .

Namun ternyata adam-Mu yg tlh b'hsl meluluhkan hatiku
tlh memilih hawa-Mu namun hawa itu "Bknlah Aku"

betapa hancur'a hati ini ya rabb
hingga setiap ku mengingat'a
ku tak kuasa membendung air mata ini

mafkan aku yg trllu mengagumi dan trllu ku pupuk rasa ini
hingga tumbuh subur di dsr hatiku

mungkin ini bntk kecemburuan-Mu krn aku trllu mencintai ciptaan-Mu dan cinta ini tlh melebihi cintaku pd-Mu
ampuni hamba ya rabb

jk mmng dy kau ciptakan bkn utku
kuatkanlah hatiku
brknlah aku ketegaran utk menerima semua ini

bimbinglah aku agar cintaku pd-Mu tdk melebihi rasa cintaku pd ciptaan-Mu

dan satu pintaku pd-Mu ya rabb
jangan prnah kau tinggalkanku krn ku tak tahu bagaimana jd'a hidup ini jk kau meninggalkanku.

Ya rabb kaulah SANG MAHA SEMPURNA..



Puisi "Kerinduan"

Aku malu
Pada angin yang membelai lembut tubuh ini
Hembusanya yang dingin
Tetapi penuh dengan kesejukan

Aku malu
Pada butir-butir air yang turun dari langit
Yang mampu membasahi dunia
Dan membuat kesejukan

Aku malu
Pada pelangi
Yang mampu membuat ukiran warna
Dalam langit kelabu

Akupun malu
Pada bintang-bintang
Yang mampu membuat langit malam indah
Karena kilaunya

Sedangkan aku. .
Hanya terpaku diam
Sulit mengungkapkan
Apa yang ku rasa saat ini

Walau hanya satu yang ingin ku katakan saat ini
"Aku Merindukanmu"